Memilih Jurusan yang Tepat

KBR68H - Sebentar lagi nih teman-teman kita yang kelas satu SMA bakalan penjurusan ke program IPA, IPS, atau bahasa. Jangan sampai salah langkah loh, karena ini kemungkinan besar akan menuntun kita untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. Bagaimana proses penjurusan ini dan apa yang harus kita perhatikan agar tidak salah memilih jurusan? Yuk simak laporan yang dibuat rekan kita Kus Aliya Reza dari SMA Pribadi Depok, Melodya Apriliana dari SMA 55 Jakarta, dan Trias Yulian Saputra dari SMK 26 Jakarta. Ceritanya disampaikan Rizki Tania.

Yesss!!! Sebentar lagi naik kelas!!! Pasti nilainya pada bagus-bagus deh. Tapi nih bagi yang kelas satu SMA, tak cuma naik kelas. Mereka mulai ke penjurusan program, apakah mau IPA, IPS, Bahasa. Jadi pilih yang mana ya? Ada yang ingin ke IPS karena suka pelajaran sejarah, ada juga yang ingin ke IPA karena nilai matematikanya bagus. “Kalau saya nilai rata-rata IPAnya delapan, jadinya ingin ke IPA,” kata salah seorang siswa.

Jadi nih, penjurusan di SMA memang harus dipikirkan benar-benar, Sobat Teen. Karena ini bakalan menentukan masa depan kita nantinya. Jadi ngga bingung lagi deh.

Dalam menentukan penjurusan, tiap sekolah punya metode masing-masing, mulai dari penilaian belajar siswa sampai hasil psikotes. Misalnya nih cerita dari SMA 55 Jakarta. Kata Wakil Kepala Sekolah, Pak Abdul Latif, penjurusan ditentukan oleh minat siswa dan tentunya, nilai.  Untuk hasil psikotes, di sekolah kita punya komitmen, ini tidak menjadi patokan. Yang jadi patokan dua, yaitu peminatnya, yang kedua kemampuan dia. Jadi minat ada, kemampuan tidak masuk, dalam arti hasil yang diperoleh di bawah (nilai), dia tidak bisa. Jadi syarat pertama minat, kedua kemampuan yang ditujukan dari hasil belajar setahun di kelas X (1 SMA),” tuturnya.

Lain lagi di SMA 67 Jakarta. Menurut seorang guru SMA 76, Pak Anno Tohariman, siswa sebaiknya melihat hasil psikotes supaya tidak salah langkah, plus konsultasi dengan orang tua. Tapi yang terpenting, siswa tetap utamakan semua mata pelajaran agar bisa naik kelas dengan nilai maksimal. Semua pelajaran harus dikuasai karena kelas X kan mata pelajarannya inti jadi harus dipelajari. Soalnya kalau kita belajarnya misalnya IPA saja, kalau yang lainnya nilainya tidak tuntas, di bawah SKM (Standar Ketuntasan Minimal), tetap saja tidak naik (kelas). Jadi tetap saja pelajari semua, hanya ada waktu lebih belajarnya. Kalau ingin masuk IPA ya pelajari matematika, kimia, fisika, biologi,” kata Pak Anno.

Hasil kunjungan Teen Voice ke beberapa sekolah nih, ternyata siswa pada ingin ke jurusan IPA. Jurusan  IPS atau Bahasa dikesampingkan dulu. Wah wah kenapa ya? Kalau kata Surya, siswa SMA Negeri Ragunan, masuk IPA biar pas kuliahnya gampang, bisa ambil jurusan apa saja. Mau kuliah jurusan IPA bisa, jurusan IPS juga bisa.

Tapi dari orang tua sih sebenarnya pilihlah jurusan yang kita sukai. Menurut Philips Artha, salah satu orang tua siswa, anaknya harus rajin-rajin tanya ke guru. “Terus juga sukai dan cintai jurusan yang sudah dipilih,” imbuhnya.

Kalau kata Menteri Pendidikan Nasional, Pak Mohammad Nuh, jangan ada gengsi-gengsian deh soal jurusan yang menganggap IPA tuh lebih bagus. Tapi balik lagi ke diri kita. Kan sayang juga, udah SMAnya IPA, tapi pas kuliah malah ke jurusan non-IPA. Begitu juga sebaliknya untuk jurusan IPS atau Bahasa. “Untuk penjurusan, baik IPA, Bahasa, IPS, itu jangan semata-mata didasarakan atas gaya-gayaan, tapi dasarkan pada cita-cita, kemampuan, kecintaan. Dari situlah, maka, ok saya pilih IPA, IPS, Bahasa. Karena pilihannya itu didasarkan atas rasionalitas, maka nanti dalam pelaksanaannya di dalam penjurusan bisa enak,” kata Pak Nuh.

 

Japi pilih jurusan sesuai minat dan bakat kita!

One comment on “Memilih Jurusan yang Tepat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>